Blog Content Marketing

Panduan Belajar Dropship Lokal: Apa Itu Dropship?

Apa-Itu-Dropship
0

Artikel dibawah merupakan artikel berseri panduan dropship lokal. Bagian pertama ini merupakan pengenalan mengenai bisnis dropship, dan hal-hal apa saja yang harus dipelajari apabila Anda ingin terjun ke bisnis dropship.

“Siapa yang sekarang ini masih belum punya handphone atau smartphone?”

Kalau pertanyaan ini saya ajukan sekitar 20 tahun lalu, mungkin akan sangat wajar apabila dijawab tidak, atau bahkan balik bertanya, “Hah.. handphone?”. Tapi kalau dalam konteks waktu sekarang, pertanyaan saya tentu saja dianggap seperti pertanyaan retoris.

Saat ini, kecil kemungkinan seseorang tidak mempunyai handphone atau smartphone. Lihat saja di angkutan-angkutan umum, rata-rata orang menghabiskan waktu dengan smartphonenya. Entah mendengarkan musik, menonton film, main game, mengobrol di aplikasi messenger, dan bahkan berbelanja. Dan mungkin Anda juga membaca tulisan ini dari layar handphone. Lihat data di bawah.

Pemanfaatan Teknologi dan Internet di Indonesia

Pemanfaatan Teknologi dan Internet di Indonesia

Dari data diatas terlihat dari total populasi 264 juta jiwa di Indonesia, sekitar 371 juta adalah pengguna ponsel. Apabila dirata-rata, maka artinya 1 orang Indonesia mempunyai lebih dari 1 ponsel.

Ada 133 juta pengguna internet di Indonesia, dan sekitar 115 juta merupakan pengguna media sosial aktif, dan sekitar 106 juta-nya mengakses media sosial melalui layar handphone.

Perkembangan teknologi dan internet ini memungkinkan kita dapat menerima informasi dimana saja, kapan saja, tak terbatas ruang dan waktu. Kita akan dengan mudahnya menemukan informasi yang kita mau hanya melalui layar handphone saja. Bahkan aktifitas berbelanja pun bisa dilakukan hanya dari rumah, sambil bersantai melalui handphone. Lihat data di bawah.

Perkembangan Transaksi E-Commerce di Indonesia

Perkembangan Transaksi E-Commerce di Indonesia

Dari tahun ke tahun, transaksi e-commerce di Indonesia selalu berkembang. Di tahun 2017 ini, sudah ada sekitar 100 triliun transaksi dibukukan oleh para pelaku e-commerce. Nilai yang sangat luar biasa. Ibarat kue, ini merupakan kue yang besar dan lezat.

Pertanyaannya adalah, “Dari angka yang besar itu, seberapa besar potongan “kue” yang kita dapat?“.

Pesatnya perkembangan teknologi dan penetrasi internet di Indonesia juga memberikan banyak peluang bagi kita. Semakin banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan kita. Dan menariknya, kita bisa melakukannya sembari bersantai di dalam rumah.

Salah satu yang bisa kita lirik adalah bisnis berbasis DROPSHIP.

Diambil dari Wikipedia, pengertian dropship,

Drop shipping is a supply chain management method in which the retailer does not keep goods in stock but instead transfers customer orders and shipment details to either the manufacturer, another retailer, or a wholesaler, who then ships the goods directly to the customer.

dropship adalah proses penjualan dimana penjual tidak perlu melakukan stok barang, tetapi supplier yang akan melakukan pengiriman barang dari gudangnya langsung ke customer atau pembeli atas nama penjual.

Dari pengertian yang saya jabarkan di atas, ada 3 entitas atau pelaku yang ada di proses dropship ini, yaitu penjual, supplier, dan pembeli.

Penjual – Kita. Pelaku yang menawarkan produk melalui berbagai channel marketing, seperti Facebook, Google, dan lainnya.

Supplier – Pihak ketiga. Pelaku yang mempunyai atau memproduksi produk.

Pembeli – Kustomer. Pelaku yang mempunyai kemampuan untuk membeli produk yang ditawarkan oleh penjual (kita).

Apabila digambarkan, proses bisnisnya seperti ini:

Proses Bisnis Dropship

Proses Bisnis Dropship

  1. Pembeli membeli barang di toko online kita. Misal harga yang kita tawarkan sebagai penjual adalah 700rb. Pembeli menyetujui harga yang kita tawarkan dan kemudian melakukan proses transfer ke rekening penjual atau kita.
  2. Ketika ada pemesanan, kita sebagai penjual baru memproses pemesanan ketika pembeli sudah mentrasfer ke rekening kita. Kita lalu menghubungi supplier produk kita untuk melakukan pemesanan produk yang sudah dipilih oleh pembeli toko online kita sebelumnya. Misal, harga dari supplier adalah 500rb, maka disini kita untung bersih 200rb.
  3. Supplier akan melakukan proses pengiriman produk kepada pembeli toko online kita langsung dengan menggunakan nama toko kita, bukan nama supplier.

Dari proses bisnis diatas dapat dilihat kalau bisnis dropship ini merupakan bisnis yang minim resiko, tapi bukan berarti tidak ada kendalanya (akan saya jelaskan kendala-kendalanya dalam artikel terpisah). Keuntungan kita sebagai penjual diambil dari margin antara harga yang diberikan oleh supplier dengan harga yang kita tawarkan ke pembeli.

Pelaku bisnis dropship ini biasa disebut dropshipper. Lalu, apa perbedaan antara reseller dan dropshipper?

Reseller biasanya diwajibkan menyetor uang muka yang digunakan untuk mendaftar keanggotaan sebagai reseller. Selain itu, reseller juga diharuskan melakukan stok barang alias membeli produk-produk kepada supplier atau produsen dengan harga spesial, atau biasa disebut harga supplier.

Sedangkan dropshipper, kita tidak perlu melakukan stok barang. Artinya, kita hanya membeli produk di supplier ketika ada pembeli yang melakukan pembelian di toko online kita, dan supplier yang akan mengirim barang langsung ke pembeli menggunakan nama toko online kita.

Dari perbedaan tersebut, sekarang kita tahu keuntungan-keuntungan yang diperoleh dengan menjadi dropshipper:

  1. Tidak perlu melakukan stok barang.
  2. Tidak perlu memikirkan tetek bengek pengiriman barang.
  3. Minim modal, dan minim resiko.

Sehingga saya sarankan bagi Anda yang baru memulai belajar bisnis online, Anda bisa mencoba untuk memulainya dari dropship ini karena keuntungan-keuntungan diatas.

Apa Saja Yang Harus Dipelajari?

Selain mengetahui proses bisnis dropship yang sudah saya jabarkan diatas, ada beberapa hal yang harus kita pelajari untuk memulai bisnis dropship ini, dan ini merupakan hal yang fundamental.

Riset Produk

Hal yang sangat fundamental untuk bisnis dropship. Riset produk dilakukan untuk menemukan produk-produk yang layak jual sekaligus produk yang sedang booming/laris atau akan booming/laris.

Untuk melakukan riset produk, Anda bisa menggunakan marketplace-marketplace di Indonesia untuk melihat produk-produk yang sedang laris, yang sedang banyak penjualan. Contohnya di Tokopedia.

Riset Produk di Tokopedia

Riset Produk di Tokopedia

Selain Tokopedia, kita juga bisa memanfaatkan marketplace lain seperti Bukalapak dan Shopee untuk melihat produk-produk apa saja yang sedang booming/akan booming.

Traffic Source

Maksudnya adalah sumber trafik atau pengunjung. Percuma saja kalau kita mempunyai produk, tapi tidak mempunyai pengunjung atau calon kustomer yang melihat produk yang kita tawarkan.

Ada banyak traffic source yang bisa kita manfaatkan. Dari yang gratisan hingga yang berbayar. Contoh yang gratisan adalah Facebook Groups, Facebook Fanspage, forum jual beli, dan marketplace-marketplace di Indonesia.
Sedangkan contoh yang berbayar misalnya adalah Google Adwords, dan Facebook Ads.

Dashboard Analytics Facebook Ads

Dashboard Analytics Facebook Ads

Salah satu yang sedang populer adalah Facebook Ads. Facebook Ads menawarkan kemudahan beriklan karena tampilannya yang sangat mudah dipahami, bahkan oleh orang awam sekalipun. Selain itu, banyak blog atau situs yang dapat kita kunjungi untuk mempelajari Facebook Ads ini.

Build Website (Membangun Website)

Mengetahui cara membangun website/situs toko online bukan hal yang wajib. Namun dengan mempunyai sebuah situs toko online, kita mempunyai keuntungan lebih dipercaya oleh calon konsumen kita.

Selain itu dengan adanya sebuah situs, kita dapat menangkap data dari calon konsumen kita. Ini menjadi penting karena dengan adanya data ini, kita dapat mengenali calon konsumen kita. Salah satu cara menangkap data adalah dengan menggunakan Facebook Pixel. Bisa dibaca disini untuk mengetahui lebih lanjut apa itu Facebook Pixel.

Dengan segala perkembangan teknologi dan internet, sayang sekali jika kita hanya menjadi penonton, padahal kita bisa menjadi pemain dan mendapatkan penghasilan dari dunia bisnis online, salah satunya dengan dropship.

Sudah siapkah Anda menjadi pemain dropship?

Di artikel selanjutnya, akan saya lanjutkan pembahasan mengenai “Bagaimana Memulai Bisnis Dropship?”.

You may also like
Kebebasan Bekerja
Passion?
Facebook-Ads-Tutorial
Panduan Belajar Dropship Lokal: Facebook Ads
8 Comments
  • arif Jan 26,2018 at 6:10 am

    bisa minta daftar nama2 dan website supplier2 yg aman dan terpercaya gan

  • tarman Dec 8,2017 at 9:21 pm

    Gan misalnya saya tinggal di kota a sedangkan supplier di kota b.apakah sy menggunakan alamat sy atau mengikuti alamat supplier?

  • Arif Widiyanto Dec 6,2017 at 12:30 am

    Bagaimana kita mendapatkan produk yg akan kita jual,kmdn posting lewat mana..Tks sblmny

    • mm
      Andika Chandra Dec 6,2017 at 11:26 am

      Bisa dibaca lanjutan artikel-artikel ini mas.. 🙂

  • Nini Nov 30,2017 at 2:06 am

    Bgmn unt dapat gambar2 produk yg akan kita jual, apkh supplier nya bisa ksh kah ?

    • mm
      Andika Chandra Nov 30,2017 at 4:42 am

      Bisa.. Kita chat saja mereka dan minta. Biasanya dikasih..

  • Dwi Tazkynafs Nov 27,2017 at 4:19 am

    Menarik

  • Duit Banyak Nov 11,2017 at 4:17 pm

    Byk maklumat yang menarik di sini.

Leave Your Comment

Your Comment*

Your Name*
Your Webpage