Blog

Sebuah Cerita, Sebuah Rasa, dan Sebuah Mimpi #1

rektorat1
0

Universitas Indonesia.

Apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata itu ?

Salah satu mimpi saya adalah pengen kuliah antara di UI atau ITB. Selepas SMA, saya ikut ujian masuk ITB jurusan Desain Komunikasi Visual yang ujiannya amit-amit susahnya. Sedikit menyesal karena ngga bisa masuk kesitu, yang kemudian bikin saya terdampar di universitas swasta di Bandung dengan jurusan Desain Produk.

Satu tahun kuliah di Bandung, saya akhirnya keluar dan pindah ke Semarang, universitas swasta juga dengan jurusan Teknik Informatika. Bayangan saya, teknik informatika ini bakalan “cuma” ngerakit-ngerakit komputer. And I’m totally wrong!!!

Di SMA, saya masuk jurusan IPS, dan sedikit anomali, karena saya paling nggak suka pelajaran Akutansi. Jangan tanya masalah pembukuan ke saya!

Tahu kan sekarang masalahnya dimana ?

Lulusan IPS, yang 1 tahun kuliah di desain, dan harus dijejelin dengan logika-logika matematika dan pemrograman yang njelimet. Semester awal adalah masa-masa paling susah, karena saya harus beradaptasi, sehingga IP saya jeblok ke angka 2.6!! *sigh

Tapi akhirnya saya lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.

Kemudian petualangan saya berlanjut di Jakarta. Saya masih punya mimpi buat pake jaket kuning UI. Sebagai generasi 90’an, siapa yang ngga bangga bisa se-almamater sama Dian Sastro dan Nicholas Saputra.

Sekitar tahun 2011, saya ikut SIMAK UI untuk program Magister dengan jurusan Teknik Industri, dan Alhamdulillah diterima, padahal waktu ngerjain soal bahasa Inggris, saya sempat ketiduran 10 menit karena habis shift malam di kantor. Gak bisa dibayangin gimana perasaan waktu itu. UI coy… UI!!! Salah satu mimpi…

Sampai akhirnya saya dipanggil salah satu bos saya di kantor, dan diajak makan siang bareng.

“Dika, kamu ngambil S2 apa di UI ?”
“Saya ngambil teknik industri pak”
“Wah… Saran saya.. Kamu jangan ambil itu. Saya tuh lulusan teknik industri *sensor*, dan banyak temen-temen saya yang masih belum dapat kerja”

“Owh iya ya pak ??”
Disini saya mulai bimbang, sampai akhirnya kemudian memutuskan untuk melepasnya.

Tahun 2015, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil Magister Teknik Informatika di UI. Karena kesibukan di dunia kerja, saya nggak sempat belajar, alhasil cuma mengandalkan do’a saja. Bismillah.

Waktu ujian dimulai.. Tes kemampuan bahasa dan visual sukses dilewati, karena saya ngga merasa kesulitan. Giliran logika……

“WTF!! Ini apa ?”

“Kenapa soalnya huruf ketemu huruf bisa ketemu angka di jawabannya ?”

“Ini apa lagi ? Ini apa ?!”

“Apa dosa hambaMu ini ya Allah ??!!”

Adegan ini kalau di-anime, pasti digambarkan semacam saya duduk di pinggir jurang dengan latar belakang petir yang menggelegar. Oke. Itu berlebihan. Tapi serius, soal logikanya, S-U-S-A-H!!

Dari 20 soal, kalau ngga salah, mungkin hanya 5 soal yang saya yakin bener. Pulang ke rumah dengan lunglai, karena merasa ngga akan lulus…

Waktu pengumuman hasil ujian tiba…
Saya yang kurang antusias, iseng ngecek ke situs UI..

Dan….. VOILAAAAA… LULUS!!!!

Oke salah. Saya kasih garis tebal saja biar jelas. SAYA LULUS!!!

Sedikit kurang percaya, sampai saya lihat berkali-kali kata “LULUS”. Bungah, bahagia, seneng, terharu jadi satu. Ini semacam mukjizat.

Kali ini, saya ngga akan melepas kesempatan yang satu ini. Bismillah.

Selesai urus-urus masalah administrasi, akhirnya saya resmi jadi mahasiswa UI program Magister Teknik Informatika.

Bagaimana Rasanya Jadi Mahasiswa UI ?

Salah satunya, bangga pasti. Jadi bagian dari salah satu Universitas terbaik di negeri ini.
Tiba masa OMB, atau perkenalan buat mahasiswa baru. Untuk program magister, kita disuguhkan materi-materi “pemanasan” dari para dosen. Dan selama masa OMB, saya cuma bisa serius nyerap materi dari para dosen dengan semangat 45. “GILA!! Selama 4 tahun kuliah di S1, saya ngapain aja ?”, batin saya.

Hari itu juga, sekaligus jadi salah satu hari dengan penyesalan terhebat dalam hidup saya.
“Kenapa saya dulu ngga ngejar masuk UI atau ITB ?!”

Buat kalian yang masih SMA, dan sedang bingung memutuskan masuk ke universitas mana, percaya saya.. MASUKLAH UNIVERSITAS-UNIVERSITAS TERBAIK di NEGERI INI!!! SERIUS!!!

Perkuliahan dimulai.. Hari demi hari di perkuliahan dilalui.. Dan senada dengan hari yang dilalui, artinya semakin banyak tugas-tugas kuliah yang bertaburan!! Deadline demi deadline dilalui. Dan jangan disangka tugas di sana sama dengan tugas di S1. BEDA!! Serius, BEDA BANGET!! Bahkan kalau tugas disini dijadikan topik skripsi, mungkin masih pantas.

Gabungan antara kesibukan di kantor, tugas menumpuk, dan manajemen waktu yang jelek, menyebabkan nilai saya ANCUR.

Akhir semester, ketika melihat hasil studi saya, terpampang IPK saya yang hancur lebur!!! Semacam patah hati terhebat, saya menelpon orangtua saya dengan hati remuk redam, memberi tahu hasil studi saya. Beruntungnya, saya mempunyai orangtua terbaik di dunia, yang terus memberi support ke saya.

Life must go on… And so do I…

Saya melepas karir saya. Dan memilih untuk konsentrasi ke kuliah saya, sekaligus fokus ke dunia bisnis online. Kebetulan saya berpengalaman di dunia SEO selama kurang lebih 6 tahun, dan sudah mengenal dunia bisnis online selama itu juga. Jadi, untuk pekerjaan mungkin tidak akan ada masalah bagi saya. Lain waktu akan saya bahas bagaimana kehidupan sehari-hari seorang internet marketer.

Semester 2 dimulai, ikat kepala dikencangkan…

Manajemen waktu mulai saya benahi, daily to-do-list mulai saya buat, dan aktifitas-aktifitas mulai saya prioritaskan. Saya mulai rajin datang ke perpustakaan MTI UI di Salemba, baca buku referensi, baca jurnal internasional. Mulai rajin mengikuti kuliah, dan jarang bolos kecuali ada hal mendesak. Dan di akhir semester, alhamdulillah IPK merangkak naik.

For those who said that IPK doesn’t matter, pasti belum ngerasain nikmatnya proses ngedapetinnya. *smirk*

Setelah libur panjang selama 3 bulan, akhirnya semester 3 dimulai..

Masih sama seperti semester sebelumnya, tugas-tugas menumpuk dan kali ini ditambah dengan saya mulai curi start ngerjain thesis. Kalau di semester sebelumnya saya masih bisa nyolong-nyolong waktu buat nonton, di semester ini, waktu dan tenaga saya benar-benar hampir kesedot semua ke kuliah.

Selfie Dulu Coy

Selfie Dulu Coy, Sembari Ngerjain Tugas Kuliah

Mungkin terdengar berlebihan, tapi itu kenyataannya. Silahkan tanya ke beberapa mahasiswa UI mengenai tugas-tugas disini. Dan, the worst part is anak-anak disini hampir semuanya PINTER!! Kalau berpatokan dengan IPK, maka IPK 3.3 disini masih dianggap biasa. Kampret kan ?!!

Tapi, hal terbaik dari kuliah disini adalah, setiap hari kita bisa bertemu orang-orang hebat, orang-orang yang pintar, orang-orang yang setiap hari membuat kita merasa ilmu kita belum ada apa-apanya, sehingga harus terus belajar.

Mungkin bagi sebagian orang, kata UI tidak berarti apa-apa. “Hanyalah” sekedar salah satu kampus unggulan di negeri ini. Tapi bagi saya pribadi, UI adalah salah satu mimpi. Dan ketika sebagian orang sedang sibuk bermimpi, saya disini sedang menjalani sedikit dari mimpi saya… Tak perlu muluk-muluk, terkadang mengejar mimpi cukup diawali dengan kata Bismillah…

You may also like
Conversion Rate Optimization
Why CRO Matters?
Memahami-Algoritma-MAB
Makhluk Bernama MAB (Multi Armed Bandit)
2 Comments
  • Amieyaku Me Feb 4,2018 at 8:16 pm

    Kak, untuk waktu perkuliahan itu seminggu berapa kali dan jam berapa?

    • mm
      Andika Chandra Feb 11,2018 at 6:09 pm

      Setiap hari. Jam 7 malem sampe jam setengah 10.

Leave Your Comment

Your Comment*

Your Name*
Your Webpage