Memahami Pixel Facebook Sebagai Sebuah Perilaku

Facebook Pixel….

Bagi Anda para pemain toko online ataupun yang terbiasa menggunakan Facebook Ads sebagai traffic source pasti sudah tidak asing dengan istilah tersebut.

Bagi yang belum terbiasa dengan istilah tersebut, Facebook memberikan kita sebuah kode yang dapat kita tanam di situs kita. Kode ini berfungsi untuk merekam segala aktifitas pengunjung di situs kita. Kode inilah yang disebut Pixel oleh Facebook.

Kalau Anda serius ingin menaikan profit toko online Anda, maka Anda wajib mempelajari Facebook Pixel. Karena akan ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan Facebook Pixel. Dibawah ini adalah contoh kode Pixel yang diberikan oleh Facebook.

Contoh Kode Pixel Facebook
Contoh Kode Pixel Facebook

Script atau kode diatas adalah Base Pixel dari Facebook. Base Pixel Facebook ini akan aktif ketika ada pengunjung yang mengunjungi semua halaman di situs kita.

Bagaimana Facebook Pixel Bekerja?

Script yang diberikan oleh Facebook tersebut harus kita letakan di bagian header atau footer dari situs kita. Untuk mempermudah, apabila Anda menggunakan engine WordPress, maka Anda dapat memasang plugin “Insert Header and Footer” dan meletakan script tersebut di bagian header atau footer.

Ketika kita memasang script pixel tersebut, artinya kita setuju supaya Facebook merekam segala aktifitas pengunjung di situs kita.

Cara Kerja Facebook Pixel
Cara Kerja Facebook Pixel

Lihat gambar diatas.

Ketika ada orang yang mengunjungi situs kita yang sudah ditanami script Facebook pixel, maka segala aktifitas yang dilakukan oleh pengunjung tersebut akan direkam. Misalnya, halaman apa saja yang dikunjungi, tombol atau link mana saja yang di klik, dan lainnya.

Lanjut…

Apa saja sebenarnya yang dilihat atau direkam oleh Facebook?

Ketika script pixel sudah ditanam di situs kita, dan ada pengunjung yang mengunjungi situs, maka Facebook akan mencatat atau merekam hal-hal berikut, misalnya:

  1. Jenis kelamin dan umur pengunjung situs.
  2. Negara dan kota asal pengunjung situs kita.
  3. Halaman yang dibuka oleh pengunjung.
  4. Aktifitas yang dilakukan pengunjung, misal klik suatu tombol.
  5. Sumber akses situs, lewat perangkat mobile atau desktop.

Merasa familiar?

Iya. Itu adalah pilihan-pilihan yang tersedia di menu Adset ketika kita memasang iklan dan menargetkan suatu audience.

Selain kode dasar atau yang biasa disebut dengan Base Pixel, Facebook juga menyediakan 9 pixel untuk event-event yang berbeda. Berikut penjelasan mengenai event-event tersebut dari Facebook.

Standard Event Facebook Pixel
Standard Event Facebook Pixel

Saya ambil contoh untuk funneling lengkap sebuah toko online.

  1. View Content. Ketika ada seseorang yang mengunjungi halaman produk kita.
  2. Add To Cart. Ketika ada seseorang yang memasukan produk ke keranjang belanja.
  3. Initiate Checkout. Ketika ada seseorang yang melakukan checkout di halaman keranjang belanja.
  4. Add Payment Info. Ketika ada seseorang yang memasukan informasi pembayaran.
  5. Purchase. Ketika ada seseorang yang sudah menyelesaikan pembayaran.

5 event diatas yang paling sering digunakan para pemain toko online.

Saya pribadi menganggap pixel adalah sebuah rekaman perilaku. Perilaku pengunjung yang mengunjungi situs kita, dan melakukan aktivitas tertentu yang kemudian direkam oleh Facebook.

Jadi, ketika ada pertanyaan apakah bisa menanam pixel event “Purchase” di tombol “Add To Cart”, maka jawabannya adalah bisa. Namun tidak sesuai peruntukannya.

Kenapa?

Oke. Saya jelaskan dengan sebuah cerita.

Ketika seseorang mengunjungi toko online kita dan melihat sebuah halaman produk, artinya orang tersebut sudah ada minat tersendiri terhadap produk kita. Kemudian orang tersebut menambahkan produk kita kedalam keranjang belanja dan melakukan checkout. Artinya, orang tersebut sudah berniat untuk melakukan pembelian. Selesai checkout, orang tersebut mengisi informasi data pribadi untuk pembayaran sesuai dengan metode yang disediakan. Ketika orang mengisi informasi data pribadi, disini sudah ada effort tersendiri. Sudah ada niat untuk membeli produk yang kita tawarkan. Dan terakhir, ketika orang tersebut melakukan pembayaran, artinya semua proses diatas selesai.

Sekarang kita petakan kedalam pixel dari Facebook.

Pixel Aktifitas Perilaku
View Content Melihat halaman produk kita Tertarik lebih dalam terhadap produk kita, dan ada niat untuk mengetahui informasi lebih mendalam tentang produk yang kita tawarkan
Add To Cart Menambahkan produk kedalam keranjang belanja di situs kita Sudah ada niat untuk membeli produk yang kita tawarkan.
Initiate Checkout Melakukan checkout dari keranjang belanja supaya dapat mengisi form pemesanan Ada niat lebih besar untuk membeli produk yang kita tawarkan.
Add Payment Info Mengisi data pribadi seperti nama, alamat lengkap Niat lebih besar daripada proses sebelumnya.
Purchase Melakukan pembayaran Membeli produk yang kita tawarkan.

Sudah jelas kan jawabannya.

Misal, ketika halaman “Keranjang Belanja” diisi dengan event pixel “Purchase” tentu saja tidak sesuai dengan perilakunya.

Facebook mencatat perilaku “Purchase” adalah perilaku dimana orang sudah membeli produk kita. Sudah menyelesaikan keseluruhan alur pembelian. Sehingga tidak sesuai ketika orang baru “ada niat untuk membeli” namun dipetakan kedalam kelompok “orang yang sudah membeli”.

Inilah alasannya kenapa untuk tombol “pemesanan via whatsapp” atau “chat whatsapp” lebih cocok dipasang event pixel Add To Cart. Karena perilaku orang ketika menghubungi CS kita melalui WhatsApp adalah orang tersebut baru ada niat kecil untuk membeli.

Sekarang bayangkan apabila Anda mempunyai 100 saja pixel purchase yang berhasil aktif. Itu artinya Anda mempunyai hot list buyer, dimana mereka adalah para pelanggan yang “royal” dan mampu membeli sebuah produk secara online.

Gurih???

JELAS!!!

You May Also Like

mm

About the Author: Andika Chandra

12 Comments

  1. Mas,kalo data pixel user itu apakah ada batas waktunya (expired),atau akan tetep ada terus? sy dpt info hanya 180hr aja,kan kalo CA maximal data 365hr yg bisa diambil.trimksh

      1. apakah nama2/jenis pixel berpengaruh terhadap suatu funnelnya?
        misalnya urutannya VC, ATC, Init Checkout.
        dibanding dengan
        View Content, ATC, Purchase.

        Jika optimasi Init Checkout dibanding optimasi optimasi Purchase sama atau berbeda?

        jika optimasi ATC yg atas dibanding ATC yang bawah, apakah berbeda juga?

        apa yang perlu diperhatikan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

>